
“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS Al-Anbiya: 37)
Mengambil seribu langkah memacu dengan kecepatan penuh sampai di masjid mengikuti imam sementara hati kita berdegup sangat kencang. Boro-boro memperhatikan bacaan imam, mengatur nafas sendiri aja butuh perjuangan.
Suatu ketika terdengar suara gaduh pada saat shalat. Apa gerangan? Para sahabat menjawab “Kami tergesa-gesa mendatangi shalat.” Rasulullah kemudian bersabda, “Jika kalian mendatangi shalat hendaklah kalian (berjalan dengan) tenang. Ikutilah raka’at yang dapat kalian ikuti dan sempurnakanlah raka’at yang tertinggal.” (HR Bukhari Muslim)
Tergesa-gesa dengan bersegera beda lho ya.
Ketika mendengar adzan, segala aktivitas ditinggalkan dan tanpa menunda-nunda lalu berjalanlah dengan tenang mengambil air wudhu lalu ke masjid, bukan terburu-buru hingga degup jantung bekerja cepat. Nah. Ini baru salah satu contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari), belum kegiatan lainnya u.u
Kenapa tergesa dilarang?
“Ketenangan itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari setan.” (HR Tirmidzi)
Ibnul Qoyyim berkata, “Sifat tergesa menghalangi pelakunya dari ketenangan dan kewibawaan dan menjadikan pelakunya memiliki sifat menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.”
Apa sih bedanya dengan “bersegera” ?
Bersegera adalah tergesa-gesa yang positif. Et, tentunya bukan tergesa-gesa tanpa pikiran matang dan terkesan emosional, bukan ya.. Namun telah direncanakan dengan baik tanpa menundanya dengan alasan yang tidak syar’i. Yap. Itu. :)
Semoga Bermanfaat
Get More : Perpustakaan Islam As-Salam
No comments:
Post a Comment