Banyak main, banyak manfaat, banyak pahala....sedikit dosa

Tuesday, 12 March 2013

Renungan


Engkau yang terkatung-katung antara besarnya impianmu dan kecilnya kenyataanmu, antara besarnya tanggung-jawabmu dan kecilnya harapanmu, dengarlah ini … Sahabat baik hatiku, Hentikanlah kebiasaanmu memperkuat kegelisahan di dalam lamunanmu. Cukupkanlah pemanjaanmu atas rasa khawatirmu. Sudahilah kepatuhanmu kepada kecenderungan untuk menunda pengindahan dirimu. Hidupmu sudah lama dimulai. Dan jelas sudah bahwa engkau belum memulai.

Friday, 1 March 2013

Ratusan Mahasiswa Dan Pelajar Ikuti Diskusi Publik Antara Cinta Dan Nafsu


Bireuen – ANP: Sebanyak 200 Mahasiswa Al Muslim dan sejumlah pelajar dari berbagai SMU yang ada di Peusangan Bireuen mengikuti diskusi public dengan tema “ Antara Cinta Dan Nafsu “ di Aula FKIP lantai 3, Universitas Almuslim ( Unimus ) Kabupaten Bireuen , kemarin. Ketua Panitia pelaksana Diskusi Publik, Teuku Nikmat Sidqi kepada Andalas menyebutkan, mereka mengadakan diskusi public itu dengan tujuan untuk mengubah cara pandang (perspektif), terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa dalam memaknai batasan-batasan antara cinta dan nafsu sekaligus nilai norma-norma agama. Menurut Teuku Nikmat hal itu dilakukan berdasarkan pemantauan para remaja kebanyakan sudah salah arah dalam memaknai arti cinta yang sesungguhnya, tak heran atas nama cinta para remaja rela melakukan hal-hal yang negatif, katakanlah free sex yang berujung hamil di luar nikah, aborsi, dan bentuk-bentuk negatif lainnya,padahal itu semua adalah nafsu belaka. Dalam pelaksanaan diskusi tersebut panitia menghadirkan pemateri Dosen Psikologi Al Muslim yakni Hera Yanti, M.Psi dan Ketua Remaja Masjid Masjid Agung Ustad H. Ramadhan yang akrab dipanggil para remaja dengan sebutan “ Tu Dan “. Dalam materi yang disampaikan Hera Yanti,M.P.si antara lain menjelaskan bahwa hanya dengan pengalaman hidup seseorang bisa membedakan dengan baik mana nafsu dan mana cinta. Karena cinta yang sebenarnya ialah cinta yang merupakan anugerah Allah. Sementara Ustad Ramadhan atau “Tu Dan” dalam paparannya menyebutkan, “cinta yang tulus adalah cinta yang Allah ciptakan untuk kita semua sehingga kita akan tau apa makna cinta itu yang sebenarnya. Dan cinta yang salah adalah cinta yang didasari oleh nafsu”, sehingga sangat-sangat merugikan kita sendiri. Ulya Maksum, salah seorang peserta diskusi menyambut baik apa yang diutarakan Hera Yanti dan Tudan bahkan sangat apresiasi atas terlaksana kegiatan ini. Karena setidaknya para peserta telah mendapatkan pencerahan dalam memaknai batas antara cinta dan nafsu. “Semoga Rumah Pintar Peusangan dapat terus melaksanakan diskusi secara kontiniu dan dapat memberikan pencerahan kepada kita semua jika ada kemungkinan mengagendakan satu atau dua bulan sekali sehingga teman yang belum sempat ikutan bisa dilain kali” harapnya. (sha)